Minggu, 21 Juni 2009

Mau Jadi Yang Terbaik . . . ??

Tuntutan terbaikmu adalah apa yang Dituntut oleh Allah padamu.

Banyak sekali permintaan, permohonan, dan tuntutan kita yang kita ajukan kepada Allah Ta'ala. Tetapi manusia sering lupa, tuntutan apakah yang terbaik dari sejuta tuntutan itu?
Manusia banyak diberi peluang untuk memohon apapun, yang bermanfaat bagi dunia akhirat. Lalu permohonan apakah yang terbaik bagi diri anda?
Manusia seringkali protes pada orang lain, pada diri sendiri, bahkan secara ekstrim protes kepada Allah. Apakah protes dan permintaan itu sudah selayaknya kita adukan?
Mari kita pilih, dan pilihan kita pasti lemah. Maka kita serahkan saja pilihan tuntutan kita kepada Allah swt. Dan pilihanNya, adalah apa yang dituntut oleh Allah kepada kita adalah tuntutan kita yang terbaik.
Ada tiga hal utama, dimana Allah menuntut kita:

Takhalli: Yaitu menepiskan segala sesuatu, kecuali sesuatu itu dari Allah Ta'ala.

Tahalli: Yaitu merias segala hal yang diridloiNya padamu, dan melaksanakan ridlo itu, kemudian mengembalikan semuanya kepada Allah Ta'ala.

Tajalli: Musyahadah terus menerus terhadap apa pun, bahwa semuanya tidak ada kecuali hanya Allah, dari Allah, kepada Allah, dan menyaksikan Allah bersama Allah.

Selasa, 16 Juni 2009

URIP KUWI IBARATE MUNG MAMPIR NGOMBE . .



KEMANA 
KITA MENUJU?


DICIPTAKAN SEBAGAI MANUSIA UNTUK BERIBADAH – KENAPA TIDAK DILAKUKAN ? 
DICIPTAKAN KITAB SUCI SEBAGAI PEDOMAN HIDUP – KENAPA TIDAK DIAMALKAN ?, 
DITAWARI SYURGA – KENAPA TIDAK SEGERA BERLARI MENYAMBUT ? 
DITAKUTI DENGAN NERAKA – KENAPA MALAH BANGGA JADI AHLI SYETAN ?
DITEMANI MALAIKAT YANG SUCI – KENAPA TIDAK SEGERA BERSUCI ?
DITURUNKAN SEORANG PANUTAN YANG KAMIL MUKAMIL – KENAPA TIDAK SEGERA BERSHOLAWAT ?





QS Al-Jin:16
" Kalau saja mereka berjalan dengan teguh di atas thariqah (JALAN RUHANI MENUJU ALLAH), maka Kami (Allah) pasti akan melimpahkan kepada mereka air (kehidupan sejati) yang melimpah ruah

QS AL BAQOROH :156 
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali

AL BAQOROH: 285  
Ya Tuhan kami kepada Engkaulah tempat kembali.

Senin, 15 Juni 2009

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH,

UNTUK UKHTI RATNA WIDIASTUTI, S.Psi [UNILA] DIMANAPUN BERADA TOLONG MASUK KE BLOG SAYA DAN BERI SAYA NO HP DI E-MAIL SAYA YA . . . ALKHAMDULILLAAH JAZA KILLAHU KHOIRO KATSIRO. WASSALAM.

Minggu, 14 Juni 2009

Janganlah 

memandang kecil 

kesalahan (dosa)

tetapi 

pandanglah kepada 

siapa yang kamu durhakai. 

(HR. Aththusi) 

Taatilah . . .

Minggu, 07 Juni 2009

Tangis Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb Subhannahu wa Ta'ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma'rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta'ala . 

Dari Mutharrif –yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya –yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu - ia berkata: 
Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud) 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: "Bacalah Al-Qur'an untukku" aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" beliau menimpali: "Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain." Akupun membacakan surat An-Nisaa' untuk beliau. Hingga telah sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau menetes." (HR. Al-Bukhari) 

Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan mata hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban." Beliau menjawab: 

"Surat Hud, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mursalat, surat 'Amma yatasaa`aluun dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban." (HR. At-Tirmdzi)

ALLOHUMA SHOLI ALA MUHAMMAD WA ALA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLAITA ALA AALI IB'ROHIM, INNAKA KHAMIDUM MAJIID. ALLAHU HAYYUL QOYYUM.