Sabtu, 16 Oktober 2010
Nasehat Indah : Tidak semua hari/saat/tempat adalah sama . . .
atau :”Dan dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama Aku hidup. Surah Maryam, Ayat 31. dll
2. Tempat, : ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Surah Al-Israa’, ayat 1.
3. Waktu: “sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. Surah Ad-dhuhaan, ayat 3.
4. Untuk Waktu dan Tempat :“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Surah Ali Imran, Ayat 96.
Senin, 27 September 2010
AKU adalah dekat . .
1.…ke mana pun engkau menghadapkan wajahmu, di situ ada wajah Allah,…(Albaqarah: 115).
2.…Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya (Qaf;:16).
3.Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat (Al-Waqi’ah: 85).
4.…Dia bersamamu di mana pun kamu berada… (Al-Hadid: 4).
5.Dan juga dalam dirimu, apakah tidak kamu perhatikan? (Adzdzaariyat:21).
6.Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Qs Al Baqoroh : 186)
- Betapa Indah rangkaian angka 2:222 [angka "2" berjajar empat kali] isyaroh apa yang terkandung didalam rangkaian ini? Cari, temukan dan buktikan Nak !! Dapatkan kedamaian hakiki bersamaNya.
Jumat, 24 September 2010
Jumat, 30 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
Rabu, 09 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Jumat, 21 Mei 2010
Jumat, 07 Mei 2010
SUNAH-SUNAH DALAM SHOLAT..
Dan sunah-sunah Fi’liyah tersebut adalah :
1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram. Takbiratul ihram adalah mengucapkan takbir untuk memulai sholat merupakan rukun sholat, meninggalkannya termasuk membatalkan sholat. Akan tetapi mengangkat tangan ketika takbiratul ihram adalah sunah sholat.
2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Termasuk sunah sholat adalah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
3. Melihat tempat sujud. Melihat ke tempat sujud adalah mengarahkan pandangannya ketika sholat ke arah tempat sujud, yaitu tempat atau lantai dimana dahi kita menyentuh lantai saat sujud.
4. Diam sejenak. Termasuk sunah sholat adalah berdiam sejenak, yaitu sekitar beberapa detik. Berdiam sejenak ini ada pada dua tempat, yaitu ketika memulai sholat setelah takbiratul ihram sebelum membaca doa iftitah, dan ketika selesai membaca al fatihah.
5. Membuka kaki. Yang dimaksud membuka kaki adalah meregangkan kaki (tidak merapatkan kaki) ketika posisi berdiri.
6. Iftirasy pada posisi duduk diantara dua sujud. Perlu diketahui bahwa duduk diantara dua sujud merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Sedangkan yang dimaksud dengan duduk iftirasy adalah duduk dengan cara menduduki kaki kiri yang dilipat ke dalam dan menegakkan kaki kanan.
7. Meletakkan dua tangan diatas dua paha. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis : “Dari Wail bin Hajr ra, yang menceritakan tentang sifat sholat Nabi saw,: Kemudian beliau duduk dengan melipat kaki kiri dan mendudukinya (iftirasy) dan menaruh telapak tangan kiri diatas paha kiri, demikian pula sikut kiri. Dan menaruh tangan kanan di atas paha. “ (Ahmad)
8. Duduk sejenak sebelum bangkit. Termasuk sunah fi’liyah adalah duduk sejenak dengan sempurna pada akhir rakaat ganjil sebelum bangkit menuju rakaat genap. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis sebagai berikut: “ Dari Malik bin al Huwairits ra. Bahwa ia melihat Nabi saw ketika melakukan rakaat ganjil, maka beliau tidak bangkit untuk melakukan rakaat genap sehingga beliau duduk sejenak dengan sempuran.” (Bukhari)
9. Bertumpu diatas lantai dengan kedua tangan ketika bangkit. Diantara hal-hal yang termasuk sunah fi’liyah adalah ketika bangkit dari sujud untuk melakukan rakaat berikutnya, kedua telapak tangan bertumpu di lantai untuk menopang.
10. Menengok ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipinya ketika salam. Salam merupakan rukun sholat yang mana kedudukannya adalah untuk mengakhiri sholat. Tanpa mengucapkan salam padahal sudah selesai sholatnya, maka dianggap batal sholatnya. Akan tetapi gerakan menengok ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipinya ketika salam menurut para ulama bukanlah merupakan rukun atau kewajiban, ia merupakan sunah fi’liyah sholat.
Selasa, 06 April 2010
Arum, selamat ulang tahun nak...
SELAMAT ULANG TAHUN BUAT : AR RUUM LUKSAMUKTI
QS 31:12. "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
13. "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
16. "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Semogalah Allah membimbingmu untuk selalu mengingatNya dengan mengingat firmanNya: 22. Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. 23. Dan barangsiapa tidak percaya maka ketidakpercayaannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. 24. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
Sebagi penutup : QS Ar Ruum 31: Arahkan pandanganMu lurus-lurus kepada Allah, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
Sekarang terimalah barokah do’a ini : Yaa Allah berkahilah anak ini dengan keberkahanMu yang sempurna sejumlah bilangan yang Engkau ketahui, jadilah Engkau pelindungNya sepanjang hidup dan dalam setiap nafasNya.Amiin.
Sabtu, 27 Maret 2010
25 tahun yang lalu . .
Selasa, 16 Maret 2010
INDAHNYA TAAT: BILA WAKTU BERAKHIR . .
Senin, 15 Maret 2010
CERITA INDAH : Duri dalam daging . . .
Sebagai seorang nelayan kecil, Wisabarno yang pekerjaanya mengail ikan di laut Patehan wilayah Bantul
“ Hai! Berikan ikan itu padaku!”kata orang itu.
“Tapi ikan ini hasil tangkapanku ,” jawab si Wisabarno.
“Masa bodoh!” teriak Sikemarukan seraya merampas ikan itu dari tangan Wisabarno dengan kasar.
Tanpa dapat mencegahnya nelayan yang lemah itu hanya menatap orang yang mertampas ikannya pergi meninggalkan tempat itu dengan pandangan kosong.
“Ya Allah, mengapa kau ciptakan aku sebagai orang yang lemah seperti diriku ini.Dan kau ciptakan orang lain lebih kuat dan gagah, msehingga dia bertindak sewenang-wenang kepada orang yang lemah seperti aku ini. Maka ciptakanlah ya Allah, makhluk lain yang lebih kuat dari dia,yang dapat mengalahkan dia agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi ummat semua,”ratap Wisabarno sang nelayan itu dalam doanya.
Tanpa memperdulikan keluhan nelayan miskin, orang kasar Sikemarukan itu pulang dan membakar ikan hasil rampasannya.Dengan nafsunya ia menyantap ikan baker yang ada diatas mejanya.Namun
“Ah!” kata orang itu memekik kesakitan .
Dan dengan seizin Allah,tangan yang kena duri ikan itu makin hari makin bertambah parah lukanya. Bagaikan kanker yang ganas, luka yang menjadi borok itu merambat ke lengan tangannya.
Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengobati lukanya,tetapi tidak juga sembuh, bahkan sampai harus dipotong sebatas sikunya.
Tetapi, meskipun tangannya sudah dipotong , baksil-baksil yang menyebabkan infeksi di tangan itu masih saja semakin mengganas hingga orang itu nyaris menjadi putus asa.
Dalam keputusasaannya, ketika ia tertidur bermimpilah dia seolah-olah mendengar suara nelayan yang ikannya pernah dirampas beberapa waktu dulu.”kembalikan hak itu kepada pemiliknya, itu bukan hakmu!”
Seketika orang itu terbangun dari tidurnya, hatinya termangu.
“ya, itu memang bukan hakku. Aku harus mengembalikan kepada pemiliknya,”kata hati Sikemarukan melecuti perasaannya.
Dengan sikap yang tegas dan hati yang mantap , dilangkahkan kakinya mencari nelayan miskin yang pernah dirampas ikannya itu. Setelah dijumpainya , orang itu menyerahkan uang sepuluh ribu dirham sebagai tebusan seekor ikan yang pernah dirampasnya beberapa waktu yang lalu.
Hatinya kini merasa lega, dia merasa terbebas dari kutukan perasaan yang selama ini menghantuinya.
Alhamdulillah, atas seizin Allah pula, sejak itu luka di tangannya mulai membaik.Baksil-baksil dan ulat yang menggerogoti tangannya berangsur-sngsur mati dan hilang, dan luka itu menjadi sembuh. Tangan yang membusuk dan hampir diamputasi lagi sampai sebatas lengan kini telah sembuh. Lelaki itu kini telah dapat mengambil hikmah dari apa yang pernah diperbuatnya.
Jumat, 12 Maret 2010
PUISI INDAH SEMALAM SUNTUK . . .
[ALIF LAAMMM MIIIIMMMMM]
Yaa Allah..
Umur hamba tinggallah sedikit
Sedang amalan belum tentu benar
Dan ilmu masih begitu lemah…
"Hamba begitu takut dengan hari yang akan menghisab amalan-amalan diri hamba kelak"
"Yaa Allah, begitu takut..."
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاب
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh;
Maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih,
Maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya"
(Al-Furqan: 70-71)
Yaa Allah,
Jauhkan diri hamba dari segala hal yang tiada berfaedah dalam hidup hamba
Waktu begitu sedikit...
Dan nafas semakin menipis
Sedang ujian ini begitu halus dan berat bagi diri hamba...
Kuatkan hamba teruntuk menekadkan dalam jiwa hamba...
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُم
"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tiada bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata:
'Bagi kami amalan-amalan kami dan bagi kamu amalan-amalan kamu..."
(Al-Qashash: 55)
Penuhi dada-dada kami dengan firman-firman-Mu yaa Allah...
Mengingat firman-Mu dalam tiap detik hidup hamba
Bukan terbuai dengan akal dan perasaan kami yang lemah
"Sungguh tiada penciptaan-Mu sia-sia
Sungguh benar firman-firman-Mu"
Hingga kelak Engkau mencabut kembali titipan nikmat itu dari sisi hamba...
Hingga masanya hamba kembali kepada-Mu
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانً
"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka,
Mereka tidaklah mengahadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta"
(Al-Furqan: 73)
Yaa Allah...
khusyukkan diri hamba menerima firman-firman-Mu
Mengagungkan asma-Mu
Berjalan dijalan-Mu, "sebenar-benar petunjuk rasul-Mu"
Dalam tiap niat, ucapan dan amalan hamba...
"Beri kekuatan pada diri-diri kami yaa Allah..."
Sedang hanya Engkau-lah pemberi taufiq...
TAK CUKUP BAGIKU SEMALAM SUNTUK MEMAHAMIMU . . .
Selasa, 09 Maret 2010
TERSESAT DI SYURGA, sebuat nasehat indah . .
TERSESAT DI SYURGA . . .
Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang muslim sepuh. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunah, baca al quran, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu-satunya adalah masyuk syurga dengan tumpukan amalnya. Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
Saya kira sudah cukup baghus apa yang saya lakukan Mbah . . .”Apa yang sudah Anda lakukan?”. “Amal ibadah bagi bekal syurga saya nanti…” “Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya..?” Pemuda itu diam . . .Lalu berkata, bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?“ “Saya sendiri..hemmmm” “Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amalmu itu..?” “Jelas dong Mbah…” “Saya nggak jamin kamu bias masuk syurga. Kalau toh masuk, kamu malah akan tersesat disana . .” Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Mbah Kung Sepuh . . . Pemuda itu antara marah dan diam , ingin sekali menampar Mbah Kung . . . “Mana mungkin di syurga ada yang tersesat… Jangan-jangan mbah kung ikut aliran sesat…. Kata pemuda itu kepada mbah Kung sepuh…” “Kamu benar…… tapi sesat bagi syetan dan petunjuk bagi saya..” “Tolong diperjelas sekarang, jangan ambigu!!”, kata pemuda itu. “Begini saja, seandainya seluruh amalmu itu ditolak oleh Allah bagaimana? “ “Lho kenapa..??” “Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda..” “Saya ikhlash kok, sungguh ikhlas, bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…” “Nah mana mungkin ada orang yang ikhlas kalau masih mengingat-ingat amal baiknya, mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda, mana mungkin anda ikhlash kalau anda sudah merasa puas dengan mengandalkan amal ibadah anda sekarang ini..” Pemuda itu sudah lunglai seperti mengalami anti klimaks… pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yangtidak diterima, dsoal ikhlash dan tidak ikhlash.
Dalam kondisi setengah frustasi mbah Kung sepuh menepuk pundaknya. “Hai anak muda! Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik juga. Tapi kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Pemilik syurga bagaimana . . .?
“Saya harus bagaimana mbah Kung . . .” ”Mulailah menuju Sang Pemilik Syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga, bukan kartu langganan jalan tol ke syurga, tapi IKLASHMU DALAM BERAMAL MERUPAKAN WADAH BAGI RIDLO DAN RAHMAT-NYA YANG MENARIK KAMU MASUK KE DALAMNYA….”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak. “Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah…?” Pemuda tadi melongo tidak karuan, jadi . . ? ?
Rabu, 03 Maret 2010
OJO DUMEH . . .
( karena : dumeh adalah sifat iblis )
Inilah puncak pencapaian kesempurnaan, melawan kesombongan iblis [lawan, lawan, dan lawan !!] dengan : KEMBALI KEPADA ALLAH, mengapa ? karena tidak ada seorangpun penguasa yang tidak mati, tidak ada seorangpun ilmuwan yang tidak mati, tidak ada seorangpun miliarder yang tidak mati, tidak ada seorangpun yang kuat gagah perkasa yang tidak mati, dan tidak ada seorangpun yang cantik dan ganteng pol yang tidak mati. Hanya, matinya mereka kembali kemana? Imannya seorang muslim [orang yang berserah diri kepada ALLAH] adalah ma’rifatun wa tasdiqun, mulai sekarang jelas dan di”
Sabtu, 23 Januari 2010
Tentang Alam Barzakh
1. Suka mengadu domba
2. Suka berbuat ghulul
3. Berbuat kebohongan
4. Membaca Al Qur'an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang dilarang dalam Al Qur'an
5. Melakukan zina
6. Memakan riba
7. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
8. Tidak bersuci setelah buang air kecil, sehingga masih bernajis
Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah shalat wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung silaturahim, segala perbuatan yang ma'ruf dan berbuat baik kepada manusia, juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.
Sabtu, 09 Januari 2010
santai dulu ahhh . . .
Salah satu ilmu yang diperoleh tanpa guru adalah ilmu taqwa ia yang mampu mengubah seseorang tanpa guru tetapi langsung dari Allah SWT. Pertanyannya, taqwa yang bagaimanakah yang akan menghasilkan ilmu tanpa guru. Apakah mungkin mendapat¬kan ilmu tanpa guru, ilmu macam apakah yang akan diperleh dan bagaima¬nakah upaya mendapatkannya, serta Jalan apa¬kah yang harus ditempuh. Sederetan perta¬nyaan ini Insya Allah akan terjawab dalam uraian di bawah ini.
Taqwa Melahirkan Ilmu
Ada dua ayat al Qur’an yang membuktikan bahwa taqwa akan mendatangkan ilmu dalam hati manusia. Pertama: ayat di atas QS. Surat Al Anfal:29: "Jika engkau bertaqwa kepada Allah SWT nicaya akan engkau anugerahi furqon di hatimu." Furqon di sini menurut sumber yang tercantum dalam kitab "Marooqi al 'Ubudiyah" diartikan dengan pemahaman ilmu yang terhujam di dalam hati bukan di dalam pikiran. Ilmu ini didapat langsung dari sumbernya yaitu Allah tanpa melalui perantaraan seorang guru.
Kutipan asli dari kitab tsb. sebagai berikut:
Kedua: QS: Al Baqarah:282
Artinya: “Bertaqwalah kepada Allah niscaya Allah mengajarkanmu.” (QS. Al Baqarah:282)
Pada ayat pertama, orang yang bertaqwa akan dianugerahi furqon, semacam pengetahuan yang hadir dalam hati sedangkan pada ayat kedua lebih tegas Allah menyebutkan ilmu pengetahuan dengan ungkapan “yu’allimu” atau mengajari. Jadi orang yang bertaqwa hidupnya akan diajari langsung oleh Allah swt. tanpa perantaraan guru. Sebab taqwa itu tidak ada gurunya sedangkan ilmu lain ada gurunya. Sebab taqwa itu adanya di hati makanya ungkapan Rasul tentang taqwa adalah : إستفتى قلبك ( mintalah fatwa kepada hatimu)
Singkatnya, boleh jadi, orang yang sudah memperoleh furqon dan yu’allimu nisaya pengetahuan yang dimilikinya bersumber dari Allah dan pasti benar adanya. Di samping itu hidupnya akan terbimbing dengan sendirinya. Penuh keberkahan dan kebahagiaan. Orang-orang sholeh sungguh-sungguh berusaha mendambakan posisi seperti ini. Dalam hati mereka dipenuhi oleh sinar ilmu dari Allah swt. Semua memahami bahwa jika hati seseorang sudah tersinari ilmu Allah niscaya segala tindakannya pun akan terbimbing dengan sendrinya.
Jumat, 08 Januari 2010
setelah sholat . . .
مَنْ سَبَّحَ لِلّهِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةً ثَلاَثاً وَ ثلَاَثِيْنَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثاً وَثلاَثيْنَ وَكَبَّرَ ثَلاَثاً وَثَلاَثيْنَ تَكْبِيرَةً ، وَقَالَ تَمَام الْمِئَة ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، غُفِرَتْ لَهُ خَطَاياَهُ وَإِنْ كاَنَتْ مِثْلَ زَبَدِ اْلبَحْرِ
" Barangsiapa yang selepas shalat membaca Subhanallah 33 x , Alhamdulillah 33 x , Allahu Akbar 33 x dan diakhiri Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah lahulmulku walahulhamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir 1 x , maka diampuni seluruh dosa-dosanya walaupun seperti buih di lautan "
Demikian riwayat Shahih Al Bukhari . Kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala , semoga Allah menerangi hari-hari kita dengan seindah-indah keadaan . Rabby Ya Rahman Ya Rahiim Ya zal jalaali wal ikram terangkan jiwa-jiwa kami pada puncak-puncak keluhuran , warnai hari-hari kami agra selalu penuh dengan harapan dan doa kepadaMu , damaikan jiwa-jiwa kami , damaikan hati kami , damaikan masyarakat kami , damaikan bumi Jakarta , damaikan bangsa kami , damaikan muslimin muslimat di barat dan timur , Ya Rahman Ya Rahiim damikan bumi dari goncangannya , damaikan gunung dari gerakannya , damaikan hujan dari banjirnya , damaikan laut dari tsunaminya . Wahai Sang pemilik alam semesta inilah doa dan munajat dan getaran doa ini sampai ke hadiratMu sebagaimana janjimu bahwa tiadalah orang berkumpul dalam berzikir kepadaMu kecuali diturunkan malaikat al muqarrabin yang menyaksikan kehadiran mereka dan meng Aminkan doa mereka , dan menyaksikan pengampunan Allah turun untuk mereka .
Jumat, 01 Januari 2010
Kejujuran Sang Imam . . .
Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.
Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.
“Mari silakan, dilihat dulu barangnya. Mungkin ada yang disukai,”tawar Imam Hanafi tersenyum ramah.
Seorang pengunjung tertarik pada pakaian yang tergantung di pojok kiri.
“Bolehkah aku melihat pakaian itu?” tanya perempuan itu. Imam Hanafi segera mengambilkannya.
“Berapa harganya?”tanyanya sambil memandangi pakaian itu. Pakaian ini memang bagus. Tapi, ada sedikit cacat di bagian lengannya.”Imam Hanafi memperlihatkan cacat yang hampir tak tampak pada pakaian itu.
“Sayang sekali.”perempuan itu tampak kecewa.
“Kenapa Tuan menjual pakaian yang ada cacatnya?”
“Kain ini sangat bagus dan sedang digemari. Walaupun demikian karena ada cacat sedikit harus saya perlihatkan. Untuk itu saya menjualnya separuh harga saja.”
“Aku tak jadi membelinya. Akan kucari yang lain,”katanya.
“Tidak apa-apa, terima kasih,”sahut Imam Hanafi tetap tersenyum dalam hati, perempuan itu memuji kejujuran pedagang itu. Tidak banyak pedagang sejujur dia. Mereka sering menyembunyikan kecacatan barang dagangannya.
Sementara itu ada seorang perempuan tua, sejak tadi memperhatikan sebuah baju di rak. Berulang-ulang dipegangnya baju itu. Lalu diletakkan kembali. Imam Hanafi lalu menghampirinya.
“Silakan, baju itu bahannya halus sekali. Harganya pun tak begitu mahal.”
“Memang, saya pun sangat menyukainya.” Orang itu meletakkan baju di rak. Wajahnya kelihatan sedih. “Tapi saya tidak mampu membelinya. Saya ini orang miskin,”katanya lagi.
Imam Hanafi merasa iba. Orang itu begitu menyukai baju ini, saya akan menghadiahkannya untuk ibu,”kata Imam Hanafi.
“Benarkah? Apa tuan tidak akan rugi?”
“Alhamdulillah, Allah sudah memberi saya rezeki yang lebih.”Lalu, Imam Hanafi membungkus baju itu dan memberikannya pada orang tersebut.
“Terima kasih, Anda sungguh dermawan. Semoga Allah memberkahi.” Tak henti-hentinya orang miskin itu berterima kasih.
Menjelang tengah hari, Imam Hanafi bersiap akan mengajar. Selain berdagang, ia mempunyai majelis pengajian yang selalu ramai dipenuhi orang-orang yang menuntut ilmu. Ia lalu menitipkan tokonya pada seorang sahabatnya sesama pedagang.
Sebelum pergi, Imam Hanafi berpesan pada sahabatnya agar mengingatkan pada pembeli kain yang ada cacatnya itu.
“Perlihatkan pada pembeli bahwa pakaian ini ada cacat di bagian lengannya. Berikan separo harga saja,” kata Imam Hanafi. Sahabatnya mengangguk. Imam Hanafi pun berangkat ke majelis pengajian.
Sesudah hari gelap ia baru kembali ke tokonya.
“Hanafi, hari ini cukup banyak yang mengunjungi tokomu. O, iya! Pakaian yang itu juga sudah dibeli orang,”kata sahabatnya menunjuk tempat pakaian yang ada cacatnya.
“Apa kau perlihatkan kalau pada bagian lengannya ada sedikit cacat?” tanya Hanafi.
“Masya Allah aku lupa memberitahunya. Pakaian itu sudah dibelinya dengan harga penuh.”sahabatnya sangat menyesal.
Hanafi menanyakan ciri-ciri orang yang membeli pakaian itu. Dan ia pun bergegas mencarinya untuk mengembalikan sebagian uangnya.
“Ya Allah! Aku sudah menzhaliminya,”ucap Imam Hanafi.
Sampai larut malam, Imam Hanafi mencari orang itu kesana-kemari. Tapi tak berhasil ditemui. Imam Hanafi amat sedih.
Di pinggir jalan tampak seorang pengemis tua dan miskin duduk seorang diri. Tanpa berpikir panjang lagi, ia sedekahkan uang penjualan pakaian yang sedikit cacat itu semuanya.
“Kuniatkan sedekah ini dan pahalanya untuk orang yang membeli pakaian bercacat itu,”ucap Imam Hanafi. Ia merasa tidak berhak terhadap uang hasil penjualan pakaian itu.
Imam Hanafi berjanji tidak akan menitipkan lagi tokonya pada orang lain.
Keesokan harinya Imam Hanafi kedatangan utusan seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu memberikan hadiah uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tanda terima kasih. Rupanya sang ayah merasa bangga anaknya bisa berguru pada Imam Hanafi di majelis pengajiannya. Imam Hanafi menyimpan uang sebanyak itu disudut rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan uang itu untuk keperluannya atau menyedekahkannya sedikitpun pada fakir miskin.
Seorang tetangganya merasa aneh melihat hadiah uang itu masih utuh.
“Kenapa Anda tidak memakainya atau menyedekahkannya?” tanyanya.
“Tidak, Aku khawatir uang itu adalah uang haram,” kata Imam Hanafi.
Barulah tetangganya mengerti kenapa Imam Hanafi berbuat begitu. Uang itu pun tetap tersimpan disudut rumahnya. Setelah beliau wafat, hadiah uang tersebut dikembalikan lagi kepada yang memberinya
