Rabu, 30 Desember 2009

Selamat Jalan Gus, ALLAH bersamamu !


Keluarga besar Darussalam-Qolbunsalim, Shirotussalaam al Kubro, Perguruan Cakra Mataram, dan keluarga M. WAHYU ENDRIHARTO berdoa Semoga segala puji untuk ALLAH s.w.t. dengan memberi dan melimpahkan rohmat dan inayahNYA kepadamu Gus . . . menerangi kuburmu, dan menjauhkan segala siksaNya darimu, memberimu nikmat surga seperti yang telah dijanjikan ALLAH lewat rasul-rasulNya. Amiin.


Senin, 28 Desember 2009

Indahnya Terlahir Kembali . . .

Baru saja musim haji selesai, semuanya berlomba-loba menyiapkan hewan sembelihan. Ada sapi atau kambing. Banyak juga nyembelihnya di tanah suci Mekkah karena menjalankan ibadah haji. Alhadulillaah, subhanalloh . . . Adakah terlintas di fikiran kita saat berkorban bahwa : Kita mestinya "menyembelih" sifat-sifat "kebinatangan" yang ada di diri kita saat berkorban . .? atau hanya sekedar ingin berbagi daging dengan sesama untuk menikmati lezatnya daging hewan, sehingga sampai ada yang rela mati [untuk berebut daging korban] hingga terinjak-injak didekat pagar rumah yang membagi daging korban..?? Sedang apakah yang kita lakukan ?

Jumat, 11 Desember 2009

JALAN . .

MENUJU ALLAH
BERBEKAL SABAR, TAWAKAL
DAN
RIDLO KEPADA Allah
SANG MAHA TUNGGAL, MAHA SUCI DAN BERKUASA dengan BERDASAR PADA :

1. Ketaqwaan terhadap Allah swt lahir dan batin, yang diwujudkan dengan jalan bersikap wara' dan Istiqamah dalam menjalankan perintah Allah swt [laranganNya jangan dilanggar terus, menyesalnya kalau saat sakaratul maut].

2. Konsisten mengikuti Sunnah Rasul, baik dalam ucapan maupun perbuatan, yang direalisasikan dengan selalau bersikap waspada dan bertingkah laku yang luhur [banyak yang luhur itu seperti apa -- jangan bosan ngaji minimal 4 ayat perhari/1460 per tahun].

3. Berpaling (hatinya) dari makhluk, baik dalam penerimaan maupun penolakan, dengan berlaku sadar dan berserah diri kepada Allah swt (Tawakkal alalloh).

4. Ridho kepada Allah, baik dalam kecukupan maupun kekurangan, yang diwujudkan dengan menerima apa adanya (qana'ah/tidak rakus/tidak memakan hak temannya/tidak makan dengan memeras keringat anak buahnya/tidak saru-saru dengan anak buahnya yang perempuan -- karena ini musuh islam) dan menyerah.

5. Kembali kepada Allah [istigfar dan bertaubat], baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, yang diwujudkan dengan jalan bersyukur dalam keadaan senang dan berlindung kepada-Nya dalam keadaan susah.

. . . CUKUP!

Senin, 19 Oktober 2009

DALANRAHAYU HAL 13

13. Janganlah melakukan shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula memulai shalat dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut). (HR. Ibnu Hibban)

14. Apabila diserukan untuk shalat datangilah dengan berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu ikuti shalatlah dan yang tertinggal lengkapilah. (HR. Ahmad)

Penjelasan:
Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.

15. Yang pertama-tama diangkat dari umat ini ialah khusyu' sehingga tidak terlihat seorangpun yang khusyu'. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

16. Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashabih Assunnah)

17. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)

18. Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)

19. Rasulullah Saw apabila berdiri sesudah ruku' ('itidal) beliau membaca:
"Allah mendengar siapa yang memujiNya. Ya Allah Robb kami. Seluruh pujian bagimu sepenuh langit- langit, bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudahnya. Engkaulah yang patut disyukuri dan dipuji. Engkaulah yang paling layak diucapkan seorang hamba dan kami semua adalah hambaMu. Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberianMu dan tidak memberi apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seorang kecuali dengan kebesaran dari sisiMu. (HR. Muslim)

20. Nabi Saw bila mendengar seruan azan, beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR. Ath-Thahawi)

21. Barangsiapa mengucapkan (do'a) setelah mendengar suara muazzin:
"Ya Allah, Robb seruan (azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada Muhammad derajat dan kemuliaan yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan untuknya." Maka patut baginya memperoleh syafaat (ku) pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

22. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim)

Penjelasan:
Kesiagaan dan persiapan untuk menghadapi perang fi sabilillah untuk membuka (menguasai) Mekah.

23. Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan paling akhir. Namun seburuk-buruk barisan wanita adalah yang paling depan dan yang terbaik ialah yang paling belakang. (HR. Muslim)

24. Barangsiapa mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do'a untuk dirinya, maka dia telah mengkhianati mereka. (HR. Aththusi)

Sabtu, 22 Agustus 2009

INDAHNYA BERPUASA . . .

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA DENGAN IKLASH LILLAAHI TA'ALAA, MARI KITA MANFAATKAN DENGAN SEPENUH HATI TERBUKANYA PINTU TAUBAT YANG TERBENTANG LEBAR DIDEPAN KITA. . .

QS AR RUUM 31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

QS JIN 16. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

QS Qaaf 33. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

. . . Dalam Shahih Muslim disebutkan Rasullullah Muhammad S.A.W sebagai panutan yang kamil-mukamil melakukan taubat 100x setiap hari . . .

SELAMAT BERPUASA YA . . .

KENDALIKAN NAFSU . . .

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA ROMADHON TAHUN 2009.

Kendalikan Nafsu, Itu Jalan Ke Surga

Setiap kali kita berbiacara tentang puasa selalu kita teringat tentang pengendalian nafsu. Sebab puasa adalah ibadah mengendalikan nafsu. Dalam Al Qur’an masalah pengendalian nafsu adalah masalah penting. Dan bahkan Allah swt. menegaskan bahwa mengendalikan nafsu adalah jalan ke surga. Dalam surah An Nazi’at:40-41 Allah berfirman: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). Ayat ini menunjukkan beberapa makna:

Pertama, bahwa setiap manusia dihadapkan kepada dua kekuatan yang saling tarik-menarik: kekuatan takut kepada Allah dan kekuatan hawa nafsu. Bila takutnya kepada Allah lebih kuat, maka ia akan mengendalikan nafsunya. Begitu nafsu dikendalikan, syetan tidak berdaya menggodanya. Ketika syetan tidak berdaya, maka amalnya akan selalu baik. Karena itu dalam bulan Ramadhan kita menyaksikan masjid-masjid penuh, siang maupun malam. Dan suasana seperti itu sulit kita temukan di luar Ramadhan. Sebab begitu nafsu makan dibuka, syetan kembali berkuasa. Karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa dari dibukanya nafsu makan terbuka otomatis pintu-pintu syetan untuk menguasai manusia. Jelasnya bahwa dengan kuatnya rasa takut kepada Allah yang pertama kali akan dikendalikan nafsu. Lalu dari sini pintu-pintu kebaikan akan terbuka lebar. Bila amal baik terus-menerus dilakukan secara istiqamah, maka ia akan masuk surga.

Kedua, menguatkan rasa takut kepada Allah (khaafa maqaama rabbihi) adalah modal utama untuk senantiasa istiqamah bermal saleh. Karena itu dalam Al Qur’an Allah swt. Selalu menekankan pentingnya membangun al kahuf atau al khasyyah ini. Pada ayat sebelumnya di surat An Nazi’at juga, Allah swt. memerintahkan Nabi Musa agar mengajak Fir’un supaya takut kepada Allah. Sebab dengan takut kepada Allah Fir’un tidak akan bertindak sombong lagi. Jadi sikap sombongnya Fira’un mucul karena tidak adanya khasyyah. Dan khasyyah tidak akan muncul tanpa ilmu, Allah berfirman innama yakhsyallahu min ibaadihil ulamaa’u (sesungguhnya hanya orang yang punya ilmu yang takut kepada Allah) (QS. Fathir:28). Karena itu Nabi Musa diutus untuk mengajarkan kepada Fir’aun hakikat kekuasaan Allah swt. Sampai-sampai Nabi Musa menunjukkan mukjizatnya yang agung (al aayatal kubraa) hanya untuk meyakinkan Fir’aun, tetapi ternyata Fir’aun tetap bertahan dalam kekafiran. Bahkan Fir’aun malah mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan dengan berkata: ana rabbukumul a’laa (aku tuhanmu yang paling tinggi). Suatu kenyataan bahwa tanpa rasa takut yang kuat nafsu akan berkuasa. Puncak gejolak nafsu adalah kesombongan. Allah lalu menjelaskan bahwa dalam peruistiwa Fir’aun terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah. Lagi-lagi masalah takut khasyyah dipertagas oleh Allah swt. Menunjukkan betapa pentingnya membangun rasa takut untuk mecapai ketaatan yang maksimal.

Ketiga, mengendalikan nafsu adalah kata kunci untuk mencapai surga. Karena itu dalam ayat di atas Allah swt. langsung menegaskan: fainnal jannata hiyal ma’wa. Bahwa hanya dengan mengendalikan nafsu seseorang akan menjadi baik dan penuh amal saleh. Berbagai kemaksiatan yang menghancurkan hidup manusia, itu pasti ujung-ujungnya adalah karena ikut nafsu. Dengan demikian tidak ada kebaikan sama sekali bila ternyata nafsu dibebaskan tanpa kendali. Ibadah puasa membuktikan bahwa mengendalikan nafsu bukan suatu yang mustahil. Lebih-lebih bahwa pengendalian nafsu ketika puasa adalah pengendalian dari halal. Maka dengan ibadah puasa kelak tidak ada alasan untuk berbuat yang haram. Artinya bisa dikatakan kepada mereka: engkau telah menahan nafsu dari yang halal, maka tidak ada alasan bagimu untuk melaukan yang haram. Ini suatu bukti, bahwa nafsu sebenarnya sangat lemah. Nafsu tidak akan mampu memaksa seseorang melakukan dosa. Bisa ada seseorang yang terjerumus dosa itu bukan karena dahsyatnya nafsu, melainkan kerena lemahnya iman. Dengan demikian jalan satu-satunya untuk mengendalikan nafsu adalah kuatkan iman, Karena itu Allah panggil yaa ayyuhalladziina aamanuu (wahai orang yang beriman) dalam perintah puasa pada ayat 183 surah Al Baqarah. Suatu indikasi bahwa hanya orang-orang yang kuat imannya yang akan bersungguh-sungguh mengendalikan nafsunya. Wallahu’alm bishshawab.

Rabu, 29 Juli 2009

KETIKA AKU DILAHIRKAN DI JAWA . . .

H (BACA: HA)
Hananing wong sing eneng duk dhihin
Hawarana anasir simoha
Hagni angin bantala her
Hiya Hyang Maha Luhur
Hingkang Wujud Eneng Menuhi
Hisining Rat Winahya
Hobah hosik tuhu
Hamung saking ananing Hyang
Hanartani jroning alam kabir
Sahir
Hananing titahing Hyang

[ASALE MENUNGSA KUWI SAKA "ENENG" NGRASUK AWAK-AWAKAN ANASIR GENI, ANGIN, LEMAH LAN BANYU,
ANADENE SING KITA JEJALUKI ASMA ALLAH KUWI,
ENENG NGEBEGI ALAM SEMESTA,
KABEH ISINING JAGAD IKI, LAN KABEH MOBAH MOSIK IKI SANYATA SAKA ANANE ALLAH,
PANJENENGANE NGLIMPUTI SAJRONING JAGAT GEDHE LAN JAGAT CILIK,
KALEBU ING AKSARA "NA" ANANE TITAH PANGERAN KUWI]

-- INA LILLAAHI WA INA ILAIHI ROJI'UUN --

Rabu, 22 Juli 2009

Mahatma Gandi, aku berterimakasih kepadamu . . .

Kepada
Yth. Bapak Mahatma Gandi
di manapun berada,

Alkhamdulillaah, amma bakdu, Saya memulai tulisan ini dengan niat baik.
Suatu ketika saya mendapat pelajaran dariseorang guru saya tentang Anda sebagai berikut. . .

"Suatu ketika saya [Mahatma Gandi] mendapat dua orang tamu, Ibu dan anak kecil yang saat itu menangis. Setelah saya persilakan masuk kedua tamu saya, saya tanyakan ada apa sehingga berkunjung ke tempat saya..? Sang Ibu menjawab bahwa, kedatangannya bertamu tersebut untuk minta tolong kepada saya agar menasehati anaknya yang kecil itu untuk tidak terus makan permen, karena bisa merusak gigi. Saya menjawab:"Bu, datanglah dua bulan lagi".

Sang ibu terbelalak, dua bulan lagi pak?? untuk menasehati anak kecil ini dua bulan lagi pak?? untuk menasehati agar tidak makan permen saja dua bulan lagi pak??

"Ya, jawab saya. Dan akhirnya tamu saya pulang . . ."

Waktu terus berlalu, dan terjadilah dua bulan waktu yang saya maksud. Dua tamu saya yang datang dua bulan lalu datang lagi... Setelah saya persilakan duduk, sang ibu langsung meminta saya untuk menasehati anaknya.

"YA JAWAB SAYA. Kemudian anak kecil itu saya pegang pundaknya dengan lembut, saya pancarkan kasing sayang, dan saya berusaha menyalurkan energi cinta dengan melihat matanya. Saat itu saya melihat di kedalaman matanya ada rasa takut kepada saya karena takut saya marahi. Lalu saya berkata untuk menasehati anak itu . . .

"NAK... MULAI SEKARANG JANGAN MAKAN PERMEN LAGI YA..?", kataku pada anak kecil itu. Si anak hanya mengagguk dan mengatakan "YA".

Si ibu terbengong mendengarkan nasehat saya dan mengatakan:"UNTUK BICARA SEPERTI ITU SAJA BUTUH WAKTU DUA BULAN PAK?". Saya menjawab "YA". Karena saya selama dua bulan itu berlatih untuk tidak makan gula. Pada saat Ibu datang dulu saya masih makan manis dan minum manis. Tetapi sekarang TIDAK sehingga SAYA BERANI MENASEHATI ANAK IBU . . .

Saat itu sang ibu mengucapkan terima kasih dan mohon seribu maaf telah berfikiran buruk kepada saya dan menyampaikan kepada saya memang SELAMA INI SAYA HANYA MENYURUH ANAK-ANAK,TETAPI TIDAK PERNAH BERUSAHA MENJADI CONTOH DAN MEMBERI CONTOH BAGI ANAK-ANAK SENDIRI...

Minggu, 21 Juni 2009

Mau Jadi Yang Terbaik . . . ??

Tuntutan terbaikmu adalah apa yang Dituntut oleh Allah padamu.

Banyak sekali permintaan, permohonan, dan tuntutan kita yang kita ajukan kepada Allah Ta'ala. Tetapi manusia sering lupa, tuntutan apakah yang terbaik dari sejuta tuntutan itu?
Manusia banyak diberi peluang untuk memohon apapun, yang bermanfaat bagi dunia akhirat. Lalu permohonan apakah yang terbaik bagi diri anda?
Manusia seringkali protes pada orang lain, pada diri sendiri, bahkan secara ekstrim protes kepada Allah. Apakah protes dan permintaan itu sudah selayaknya kita adukan?
Mari kita pilih, dan pilihan kita pasti lemah. Maka kita serahkan saja pilihan tuntutan kita kepada Allah swt. Dan pilihanNya, adalah apa yang dituntut oleh Allah kepada kita adalah tuntutan kita yang terbaik.
Ada tiga hal utama, dimana Allah menuntut kita:

Takhalli: Yaitu menepiskan segala sesuatu, kecuali sesuatu itu dari Allah Ta'ala.

Tahalli: Yaitu merias segala hal yang diridloiNya padamu, dan melaksanakan ridlo itu, kemudian mengembalikan semuanya kepada Allah Ta'ala.

Tajalli: Musyahadah terus menerus terhadap apa pun, bahwa semuanya tidak ada kecuali hanya Allah, dari Allah, kepada Allah, dan menyaksikan Allah bersama Allah.

Selasa, 16 Juni 2009

URIP KUWI IBARATE MUNG MAMPIR NGOMBE . .



KEMANA 
KITA MENUJU?


DICIPTAKAN SEBAGAI MANUSIA UNTUK BERIBADAH – KENAPA TIDAK DILAKUKAN ? 
DICIPTAKAN KITAB SUCI SEBAGAI PEDOMAN HIDUP – KENAPA TIDAK DIAMALKAN ?, 
DITAWARI SYURGA – KENAPA TIDAK SEGERA BERLARI MENYAMBUT ? 
DITAKUTI DENGAN NERAKA – KENAPA MALAH BANGGA JADI AHLI SYETAN ?
DITEMANI MALAIKAT YANG SUCI – KENAPA TIDAK SEGERA BERSUCI ?
DITURUNKAN SEORANG PANUTAN YANG KAMIL MUKAMIL – KENAPA TIDAK SEGERA BERSHOLAWAT ?





QS Al-Jin:16
" Kalau saja mereka berjalan dengan teguh di atas thariqah (JALAN RUHANI MENUJU ALLAH), maka Kami (Allah) pasti akan melimpahkan kepada mereka air (kehidupan sejati) yang melimpah ruah

QS AL BAQOROH :156 
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali

AL BAQOROH: 285  
Ya Tuhan kami kepada Engkaulah tempat kembali.

Senin, 15 Juni 2009

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH,

UNTUK UKHTI RATNA WIDIASTUTI, S.Psi [UNILA] DIMANAPUN BERADA TOLONG MASUK KE BLOG SAYA DAN BERI SAYA NO HP DI E-MAIL SAYA YA . . . ALKHAMDULILLAAH JAZA KILLAHU KHOIRO KATSIRO. WASSALAM.

Minggu, 14 Juni 2009

Janganlah 

memandang kecil 

kesalahan (dosa)

tetapi 

pandanglah kepada 

siapa yang kamu durhakai. 

(HR. Aththusi) 

Taatilah . . .

Minggu, 07 Juni 2009

Tangis Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam 

Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb Subhannahu wa Ta'ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma'rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta'ala . 

Dari Mutharrif –yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya –yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu - ia berkata: 
Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud) 

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: "Bacalah Al-Qur'an untukku" aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu?" beliau menimpali: "Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain." Akupun membacakan surat An-Nisaa' untuk beliau. Hingga telah sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)." (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau menetes." (HR. Al-Bukhari) 

Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan mata hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban." Beliau menjawab: 

"Surat Hud, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mursalat, surat 'Amma yatasaa`aluun dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban." (HR. At-Tirmdzi)

ALLOHUMA SHOLI ALA MUHAMMAD WA ALA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLAITA ALA AALI IB'ROHIM, INNAKA KHAMIDUM MAJIID. ALLAHU HAYYUL QOYYUM.

Minggu, 24 Mei 2009

Arum Luksamukti Kubara

INDAHNYA 
Taubat dan Istighfar

 
 
1. Penyesalan adalah suatu taubat. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)
 
2. Iblis berkata kepada Robbnya, "Dengan keagungan dan kebesaranMu, aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa." Lalu Allah berfirman: "Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar". (HR. Ahmad)
 
3. Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat. (HR. Addarami)
 
4. Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan. (HR. Ahmad)
 
5. Sesungguhnya Allah merentangkan tanganNya pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat (hari kiamat). (HR. Muslim)
 
6. Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa tetapi bertaubat. (HR. Ahmad)
 
7. Apabila kamu melakukan dosa maka lakukanlah pula taubat. Apabila (dosa itu) dirahasiakan maka taubatnya juga dirahasiakan dan apabila dosa itu terang-terangan maka taubatnya pun terang-terangan pula. (HR. Ad-Dailami)
 
8. Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah daripada seorang pemuda yang bertaubat. (HR. Ad-Dailami)
 
9. Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa. (HR. Ath-Thabrani)
 
10. Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus. (HR. Ath-Thabrani)
 
Penjelasan:
Dosa kecil apabila dilakukan terus-menerus akan menjadi dosa besar.
 
11. Puncak istighfar ialah ucapan seorang hamba:
  "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau Penciptaku dan aku hambaMu yang tetap dalam kesetiaan dan janjiku sepanjang kemampuanku. Aku kembali kepada-Mu dengan kenikmatan dan kembali kepada-Mu dengan dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada pengampun dosa-dosa kecuali Engkau."
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa mengucapkan doa itu dengan penuh keyakinan pada siang hari dan ternyata wafat pada hari itu sebelum senja maka dia tergolong penghuni surga. Barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan dan wafat sebelum subuh maka dia tergolong penghuni surga pula." (HR. Bukhari) - - SERING DISEBUT SEBAGAI SAYYIDUL ISTIGHFAR
 
12. Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat. (HR. Tirmidzi)
 
13. Seusai shalat (fardhu) Rasulullah Saw beristighfar kepada Allah tiga kali, lalu berkata:
 "Ya Allah, Engkau maha pemberi ketentraman dan perdamaian. Dari Engkau lah datangnya ketentraman dan perdamaian, wahai Tuhan yang maha memiliki keagungan dan kemuliaan." (HR. Muslim)
 
14. Seorang yang berbuat dosa lalu membersihkan diri (wudhu atau mandi), kemudian ia shalat dan memohon pengampunan Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. Setelah berkata demikian Rasulullah mengucapkan firman Allah surat Ali Imran ayat 135: "Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui." (HR. Bukhari dan Muslim)
 
15. Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)
 
16. Apabila kamu tidak pernah berbuat dosa maka Allah Tabaroka Wata'ala akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian Allah mengampuni mereka. (HR. Muslim)


salam saya : arum luksamukti  kubara
ALLAHU AKBAR !!


Minggu depan : IMAN.