Sabtu, 27 Maret 2010
25 tahun yang lalu . .
Selasa, 16 Maret 2010
INDAHNYA TAAT: BILA WAKTU BERAKHIR . .
Senin, 15 Maret 2010
CERITA INDAH : Duri dalam daging . . .
Sebagai seorang nelayan kecil, Wisabarno yang pekerjaanya mengail ikan di laut Patehan wilayah Bantul
“ Hai! Berikan ikan itu padaku!”kata orang itu.
“Tapi ikan ini hasil tangkapanku ,” jawab si Wisabarno.
“Masa bodoh!” teriak Sikemarukan seraya merampas ikan itu dari tangan Wisabarno dengan kasar.
Tanpa dapat mencegahnya nelayan yang lemah itu hanya menatap orang yang mertampas ikannya pergi meninggalkan tempat itu dengan pandangan kosong.
“Ya Allah, mengapa kau ciptakan aku sebagai orang yang lemah seperti diriku ini.Dan kau ciptakan orang lain lebih kuat dan gagah, msehingga dia bertindak sewenang-wenang kepada orang yang lemah seperti aku ini. Maka ciptakanlah ya Allah, makhluk lain yang lebih kuat dari dia,yang dapat mengalahkan dia agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi ummat semua,”ratap Wisabarno sang nelayan itu dalam doanya.
Tanpa memperdulikan keluhan nelayan miskin, orang kasar Sikemarukan itu pulang dan membakar ikan hasil rampasannya.Dengan nafsunya ia menyantap ikan baker yang ada diatas mejanya.Namun
“Ah!” kata orang itu memekik kesakitan .
Dan dengan seizin Allah,tangan yang kena duri ikan itu makin hari makin bertambah parah lukanya. Bagaikan kanker yang ganas, luka yang menjadi borok itu merambat ke lengan tangannya.
Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengobati lukanya,tetapi tidak juga sembuh, bahkan sampai harus dipotong sebatas sikunya.
Tetapi, meskipun tangannya sudah dipotong , baksil-baksil yang menyebabkan infeksi di tangan itu masih saja semakin mengganas hingga orang itu nyaris menjadi putus asa.
Dalam keputusasaannya, ketika ia tertidur bermimpilah dia seolah-olah mendengar suara nelayan yang ikannya pernah dirampas beberapa waktu dulu.”kembalikan hak itu kepada pemiliknya, itu bukan hakmu!”
Seketika orang itu terbangun dari tidurnya, hatinya termangu.
“ya, itu memang bukan hakku. Aku harus mengembalikan kepada pemiliknya,”kata hati Sikemarukan melecuti perasaannya.
Dengan sikap yang tegas dan hati yang mantap , dilangkahkan kakinya mencari nelayan miskin yang pernah dirampas ikannya itu. Setelah dijumpainya , orang itu menyerahkan uang sepuluh ribu dirham sebagai tebusan seekor ikan yang pernah dirampasnya beberapa waktu yang lalu.
Hatinya kini merasa lega, dia merasa terbebas dari kutukan perasaan yang selama ini menghantuinya.
Alhamdulillah, atas seizin Allah pula, sejak itu luka di tangannya mulai membaik.Baksil-baksil dan ulat yang menggerogoti tangannya berangsur-sngsur mati dan hilang, dan luka itu menjadi sembuh. Tangan yang membusuk dan hampir diamputasi lagi sampai sebatas lengan kini telah sembuh. Lelaki itu kini telah dapat mengambil hikmah dari apa yang pernah diperbuatnya.
Jumat, 12 Maret 2010
PUISI INDAH SEMALAM SUNTUK . . .
[ALIF LAAMMM MIIIIMMMMM]
Yaa Allah..
Umur hamba tinggallah sedikit
Sedang amalan belum tentu benar
Dan ilmu masih begitu lemah…
"Hamba begitu takut dengan hari yang akan menghisab amalan-amalan diri hamba kelak"
"Yaa Allah, begitu takut..."
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاب
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh;
Maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih,
Maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya"
(Al-Furqan: 70-71)
Yaa Allah,
Jauhkan diri hamba dari segala hal yang tiada berfaedah dalam hidup hamba
Waktu begitu sedikit...
Dan nafas semakin menipis
Sedang ujian ini begitu halus dan berat bagi diri hamba...
Kuatkan hamba teruntuk menekadkan dalam jiwa hamba...
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُم
"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tiada bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata:
'Bagi kami amalan-amalan kami dan bagi kamu amalan-amalan kamu..."
(Al-Qashash: 55)
Penuhi dada-dada kami dengan firman-firman-Mu yaa Allah...
Mengingat firman-Mu dalam tiap detik hidup hamba
Bukan terbuai dengan akal dan perasaan kami yang lemah
"Sungguh tiada penciptaan-Mu sia-sia
Sungguh benar firman-firman-Mu"
Hingga kelak Engkau mencabut kembali titipan nikmat itu dari sisi hamba...
Hingga masanya hamba kembali kepada-Mu
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانً
"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka,
Mereka tidaklah mengahadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta"
(Al-Furqan: 73)
Yaa Allah...
khusyukkan diri hamba menerima firman-firman-Mu
Mengagungkan asma-Mu
Berjalan dijalan-Mu, "sebenar-benar petunjuk rasul-Mu"
Dalam tiap niat, ucapan dan amalan hamba...
"Beri kekuatan pada diri-diri kami yaa Allah..."
Sedang hanya Engkau-lah pemberi taufiq...
TAK CUKUP BAGIKU SEMALAM SUNTUK MEMAHAMIMU . . .
Selasa, 09 Maret 2010
TERSESAT DI SYURGA, sebuat nasehat indah . .
TERSESAT DI SYURGA . . .
Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang muslim sepuh. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunah, baca al quran, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu-satunya adalah masyuk syurga dengan tumpukan amalnya. Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
Saya kira sudah cukup baghus apa yang saya lakukan Mbah . . .”Apa yang sudah Anda lakukan?”. “Amal ibadah bagi bekal syurga saya nanti…” “Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya..?” Pemuda itu diam . . .Lalu berkata, bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?“ “Saya sendiri..hemmmm” “Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amalmu itu..?” “Jelas dong Mbah…” “Saya nggak jamin kamu bias masuk syurga. Kalau toh masuk, kamu malah akan tersesat disana . .” Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Mbah Kung Sepuh . . . Pemuda itu antara marah dan diam , ingin sekali menampar Mbah Kung . . . “Mana mungkin di syurga ada yang tersesat… Jangan-jangan mbah kung ikut aliran sesat…. Kata pemuda itu kepada mbah Kung sepuh…” “Kamu benar…… tapi sesat bagi syetan dan petunjuk bagi saya..” “Tolong diperjelas sekarang, jangan ambigu!!”, kata pemuda itu. “Begini saja, seandainya seluruh amalmu itu ditolak oleh Allah bagaimana? “ “Lho kenapa..??” “Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda..” “Saya ikhlash kok, sungguh ikhlas, bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…” “Nah mana mungkin ada orang yang ikhlas kalau masih mengingat-ingat amal baiknya, mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda, mana mungkin anda ikhlash kalau anda sudah merasa puas dengan mengandalkan amal ibadah anda sekarang ini..” Pemuda itu sudah lunglai seperti mengalami anti klimaks… pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yangtidak diterima, dsoal ikhlash dan tidak ikhlash.
Dalam kondisi setengah frustasi mbah Kung sepuh menepuk pundaknya. “Hai anak muda! Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik juga. Tapi kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Pemilik syurga bagaimana . . .?
“Saya harus bagaimana mbah Kung . . .” ”Mulailah menuju Sang Pemilik Syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga, bukan kartu langganan jalan tol ke syurga, tapi IKLASHMU DALAM BERAMAL MERUPAKAN WADAH BAGI RIDLO DAN RAHMAT-NYA YANG MENARIK KAMU MASUK KE DALAMNYA….”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak. “Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah…?” Pemuda tadi melongo tidak karuan, jadi . . ? ?
Rabu, 03 Maret 2010
OJO DUMEH . . .
( karena : dumeh adalah sifat iblis )
Inilah puncak pencapaian kesempurnaan, melawan kesombongan iblis [lawan, lawan, dan lawan !!] dengan : KEMBALI KEPADA ALLAH, mengapa ? karena tidak ada seorangpun penguasa yang tidak mati, tidak ada seorangpun ilmuwan yang tidak mati, tidak ada seorangpun miliarder yang tidak mati, tidak ada seorangpun yang kuat gagah perkasa yang tidak mati, dan tidak ada seorangpun yang cantik dan ganteng pol yang tidak mati. Hanya, matinya mereka kembali kemana? Imannya seorang muslim [orang yang berserah diri kepada ALLAH] adalah ma’rifatun wa tasdiqun, mulai sekarang jelas dan di”
