Rabu, 30 Desember 2009

Selamat Jalan Gus, ALLAH bersamamu !


Keluarga besar Darussalam-Qolbunsalim, Shirotussalaam al Kubro, Perguruan Cakra Mataram, dan keluarga M. WAHYU ENDRIHARTO berdoa Semoga segala puji untuk ALLAH s.w.t. dengan memberi dan melimpahkan rohmat dan inayahNYA kepadamu Gus . . . menerangi kuburmu, dan menjauhkan segala siksaNya darimu, memberimu nikmat surga seperti yang telah dijanjikan ALLAH lewat rasul-rasulNya. Amiin.


Senin, 28 Desember 2009

Indahnya Terlahir Kembali . . .

Baru saja musim haji selesai, semuanya berlomba-loba menyiapkan hewan sembelihan. Ada sapi atau kambing. Banyak juga nyembelihnya di tanah suci Mekkah karena menjalankan ibadah haji. Alhadulillaah, subhanalloh . . . Adakah terlintas di fikiran kita saat berkorban bahwa : Kita mestinya "menyembelih" sifat-sifat "kebinatangan" yang ada di diri kita saat berkorban . .? atau hanya sekedar ingin berbagi daging dengan sesama untuk menikmati lezatnya daging hewan, sehingga sampai ada yang rela mati [untuk berebut daging korban] hingga terinjak-injak didekat pagar rumah yang membagi daging korban..?? Sedang apakah yang kita lakukan ?

Jumat, 11 Desember 2009

JALAN . .

MENUJU ALLAH
BERBEKAL SABAR, TAWAKAL
DAN
RIDLO KEPADA Allah
SANG MAHA TUNGGAL, MAHA SUCI DAN BERKUASA dengan BERDASAR PADA :

1. Ketaqwaan terhadap Allah swt lahir dan batin, yang diwujudkan dengan jalan bersikap wara' dan Istiqamah dalam menjalankan perintah Allah swt [laranganNya jangan dilanggar terus, menyesalnya kalau saat sakaratul maut].

2. Konsisten mengikuti Sunnah Rasul, baik dalam ucapan maupun perbuatan, yang direalisasikan dengan selalau bersikap waspada dan bertingkah laku yang luhur [banyak yang luhur itu seperti apa -- jangan bosan ngaji minimal 4 ayat perhari/1460 per tahun].

3. Berpaling (hatinya) dari makhluk, baik dalam penerimaan maupun penolakan, dengan berlaku sadar dan berserah diri kepada Allah swt (Tawakkal alalloh).

4. Ridho kepada Allah, baik dalam kecukupan maupun kekurangan, yang diwujudkan dengan menerima apa adanya (qana'ah/tidak rakus/tidak memakan hak temannya/tidak makan dengan memeras keringat anak buahnya/tidak saru-saru dengan anak buahnya yang perempuan -- karena ini musuh islam) dan menyerah.

5. Kembali kepada Allah [istigfar dan bertaubat], baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, yang diwujudkan dengan jalan bersyukur dalam keadaan senang dan berlindung kepada-Nya dalam keadaan susah.

. . . CUKUP!