Rabu, 22 Juli 2009

Mahatma Gandi, aku berterimakasih kepadamu . . .

Kepada
Yth. Bapak Mahatma Gandi
di manapun berada,

Alkhamdulillaah, amma bakdu, Saya memulai tulisan ini dengan niat baik.
Suatu ketika saya mendapat pelajaran dariseorang guru saya tentang Anda sebagai berikut. . .

"Suatu ketika saya [Mahatma Gandi] mendapat dua orang tamu, Ibu dan anak kecil yang saat itu menangis. Setelah saya persilakan masuk kedua tamu saya, saya tanyakan ada apa sehingga berkunjung ke tempat saya..? Sang Ibu menjawab bahwa, kedatangannya bertamu tersebut untuk minta tolong kepada saya agar menasehati anaknya yang kecil itu untuk tidak terus makan permen, karena bisa merusak gigi. Saya menjawab:"Bu, datanglah dua bulan lagi".

Sang ibu terbelalak, dua bulan lagi pak?? untuk menasehati anak kecil ini dua bulan lagi pak?? untuk menasehati agar tidak makan permen saja dua bulan lagi pak??

"Ya, jawab saya. Dan akhirnya tamu saya pulang . . ."

Waktu terus berlalu, dan terjadilah dua bulan waktu yang saya maksud. Dua tamu saya yang datang dua bulan lalu datang lagi... Setelah saya persilakan duduk, sang ibu langsung meminta saya untuk menasehati anaknya.

"YA JAWAB SAYA. Kemudian anak kecil itu saya pegang pundaknya dengan lembut, saya pancarkan kasing sayang, dan saya berusaha menyalurkan energi cinta dengan melihat matanya. Saat itu saya melihat di kedalaman matanya ada rasa takut kepada saya karena takut saya marahi. Lalu saya berkata untuk menasehati anak itu . . .

"NAK... MULAI SEKARANG JANGAN MAKAN PERMEN LAGI YA..?", kataku pada anak kecil itu. Si anak hanya mengagguk dan mengatakan "YA".

Si ibu terbengong mendengarkan nasehat saya dan mengatakan:"UNTUK BICARA SEPERTI ITU SAJA BUTUH WAKTU DUA BULAN PAK?". Saya menjawab "YA". Karena saya selama dua bulan itu berlatih untuk tidak makan gula. Pada saat Ibu datang dulu saya masih makan manis dan minum manis. Tetapi sekarang TIDAK sehingga SAYA BERANI MENASEHATI ANAK IBU . . .

Saat itu sang ibu mengucapkan terima kasih dan mohon seribu maaf telah berfikiran buruk kepada saya dan menyampaikan kepada saya memang SELAMA INI SAYA HANYA MENYURUH ANAK-ANAK,TETAPI TIDAK PERNAH BERUSAHA MENJADI CONTOH DAN MEMBERI CONTOH BAGI ANAK-ANAK SENDIRI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar