TERSESAT DI SYURGA . . .
Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang muslim sepuh. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunah, baca al quran, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu-satunya adalah masyuk syurga dengan tumpukan amalnya. Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
Saya kira sudah cukup baghus apa yang saya lakukan Mbah . . .”Apa yang sudah Anda lakukan?”. “Amal ibadah bagi bekal syurga saya nanti…” “Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya..?” Pemuda itu diam . . .Lalu berkata, bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?“ “Saya sendiri..hemmmm” “Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amalmu itu..?” “Jelas dong Mbah…” “Saya nggak jamin kamu bias masuk syurga. Kalau toh masuk, kamu malah akan tersesat disana . .” Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Mbah Kung Sepuh . . . Pemuda itu antara marah dan diam , ingin sekali menampar Mbah Kung . . . “Mana mungkin di syurga ada yang tersesat… Jangan-jangan mbah kung ikut aliran sesat…. Kata pemuda itu kepada mbah Kung sepuh…” “Kamu benar…… tapi sesat bagi syetan dan petunjuk bagi saya..” “Tolong diperjelas sekarang, jangan ambigu!!”, kata pemuda itu. “Begini saja, seandainya seluruh amalmu itu ditolak oleh Allah bagaimana? “ “Lho kenapa..??” “Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda..” “Saya ikhlash kok, sungguh ikhlas, bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…” “Nah mana mungkin ada orang yang ikhlas kalau masih mengingat-ingat amal baiknya, mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda, mana mungkin anda ikhlash kalau anda sudah merasa puas dengan mengandalkan amal ibadah anda sekarang ini..” Pemuda itu sudah lunglai seperti mengalami anti klimaks… pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yangtidak diterima, dsoal ikhlash dan tidak ikhlash.
Dalam kondisi setengah frustasi mbah Kung sepuh menepuk pundaknya. “Hai anak muda! Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik juga. Tapi kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Pemilik syurga bagaimana . . .?
“Saya harus bagaimana mbah Kung . . .” ”Mulailah menuju Sang Pemilik Syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga, bukan kartu langganan jalan tol ke syurga, tapi IKLASHMU DALAM BERAMAL MERUPAKAN WADAH BAGI RIDLO DAN RAHMAT-NYA YANG MENARIK KAMU MASUK KE DALAMNYA….”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak. “Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah…?” Pemuda tadi melongo tidak karuan, jadi . . ? ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar