Rabu, 03 Maret 2010

OJO DUMEH . . .

( karena : dumeh adalah sifat iblis )

   Aja Dumeh Kuwasa, Tumindake deksura lan deksia marang sapada-pada, ( janganlah mentang–mentang sedang berkuasa, segala tindak-tanduknya pongah dan congkak serta sewenang–wenang terhadap sesamanya). à Ingatlah Firaun

   Aja dumeh pinter, tumindake keblinger ( janganlah mentang–mentang diakui pintar lalu kebijaksanaanya menyimpang dari aturan yang seharusnya). à Ingatlah nabi Ya’kub

   Aja dumeh kuat lan gagah, tumindake sarwa gegabah (jangan mentang–mentang kuat dan gagah lalu tindakanya serba gegabah ). à Ingatlah Kafir Qurais

   Aja dumeh sugih, tumindake lali karo sing ringkih ( jangan mentang–mentang kaya lalu tingkah perbuatanya tidak mengingat kepada yang lemah ekonominya)à Ingatlah Qarun.

 • Aja dumeh menang, tumindake sewenang-wenang (jangan mentang-mentang dapat mengalahkan lawan lalu tindakanya sewenang–wenang kepada lawan). à Ingatlah saudara-saudara Nabi Yusuf

Inilah puncak pencapaian kesempurnaan, melawan kesombongan iblis [lawan, lawan, dan lawan !!] dengan : KEMBALI KEPADA ALLAH, mengapa ? karena tidak ada seorangpun penguasa yang tidak mati, tidak ada seorangpun ilmuwan yang tidak mati, tidak ada seorangpun miliarder yang tidak mati, tidak ada seorangpun yang kuat gagah perkasa yang tidak mati, dan tidak ada seorangpun yang cantik dan ganteng pol yang tidak mati. Hanya, matinya mereka kembali kemana? Imannya seorang muslim [orang yang berserah diri kepada ALLAH] adalah ma’rifatun wa tasdiqun, mulai sekarang jelas dan di”sana”pun jelas dari sekarang . . . Lalu bagaimana ma’rifatun wa tasdiqun itu, mari kita berdoa mohon petunjuk karena Sang Pemilik kunci adalah DIA.. ALLOHU AHAD WASH SHOMAAD dengan hati yang memiliki rindu kepada sang uswatun khasanah rasulullah Muhammad s.a.w. PRAKTEK jangan BERTEORI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar